Senin, 31 Desember 2012

Cerita Dewasa | Enaknya Berbagi Istri,,,


Sebenarnya aku juga tak pernah membayangkan bahwa aku aku akan memperkosa istriku sendiri bersama 3 orang lain dan membagi c erita dewasa ini. Reni namanya, umur 27 tahun, lima tahun lebih muda dariku, kulitnya putih mulus, rambut panjang agak bergelombang  dan mata yang bulat indah. Ia seorang wanita yang terkenal alim sejak dulu, santun dalam tingkah laku, selera berpakaiannya  pun tinggi, ia tidak suka mengumbar kemulusan tubuhnya walaudikaruniai body yang aduhai dengan payudara yang montok. Dari sekian banyak lelaki, akhirnya akulah yang beruntung mendapatka nnya sebagai istri. Aku tahu, banyak lelaki lain yang pernah menidurinya dalam mimpi atau menjadikannya objek masturbasi mereka. Tetapi, aku bukan hanya bermimpi. Aku bahkan betul –betul menidurinya kapanpun aku mau. Ia juga membantuku masturbasi saat ia datang bulan. Cintaku padanya belum berubah, yang berubah hanya caraku memandangnya. Tiba-tiba, entah kapan dan bagaimana awalnya, aku selalu membayangkan Reni dalam dekapan lelaki lain. Entah aku sudah gila atau bagaimana, rasanya benar-benar excited membayangkan payudara dan vaginanya dalam genggaman telapak tangan pria lain, terutama yang bertampang kasar dan status sosialnya di bawahnya. Setelah melalui beberapa pertimbangan dan pembicaraan-pembicaraan santai yang makin mengarah ke serius, akhirnya kudapatkan juga tiga orang yang kurasa pas  untuk mewujudkan kegilaanku. Orang pertama, Aldo, adalah office boy di kantor tempatku bekerja. Orangnya masih berumur 23 tahun, berperawakan kurus tinggi  dengan kumis tipis. Dia sering membantuku dan tugas-tugas yang pernah kupercayakan padanya pun selalu rapi. Pada jam istirahat atau lembur kami sering ngobrol dan merokok bersama, dan dalam suatu obrolan lah aku mengungkapkan ide gilaku padanya. Sifatnya agak pemalu dan pendiam sehin gga tidak banyak teman.Menurut pengakuannya, ia belum pernah berpacaran apalagi  main  perempuan.     Ya  boleh  juga  lah Bos,  sapa  tau  seperti   kata Bos,  bisa  bikin saya  lebih  berani  ke cewek hehehe    katanya menanggapi permintaanku. Orang kedua Bob, seorang temanku di perusahaan tempatku bekerja dulu, seorang pria berusia 40 tahun lebih.  Aku berpikir dia pas untuk tugas gila ini begitu melihatnya terutama perutnya yang gendut. Aku memang kadang mengkhayalkan wajah  Reni yang lembut dikangkangi seorang lelaki gendut. Bob mengaku tertarik dengan tawaranku lantaran ia punya seorang karyawati  cantik yang belum berhasil ditaklukannya. Ia memperlihatkan foto gadis itu kepada kami yang memang harus diakui cantik. Kata Bob, ia sudah berulangkali mencoba merayu gadis itu untuk me layaninya, tetapi gadis itu selalu menolaknya.    Setelah bermain-main dengan Reni , aku ingin kalian membantuku memperkosa si  Lia ini    katanya. 17 tahun, cerita dewasa, Cerita dewasa 17 tahun, live show, cerita panas, cerita mesum, sopir pribadi, Pemerkosaan, Perkosa, Orang ketiga bernama Jaelani yang direkomendasika n oleh  Bob. Ia adalah sopir perusahaan di tempat kerja Bob, tubuhnya kekar, kulitnya hitam, kumis di atas bibirnya menambah sangar wajahnya yang memang sudah seram itu. Melihatnya, aku langsung membayangkan Reni menjerit-jerit lantaran vaginanya disodok penis pri a seperkasa Jaelanni  ini .    Saya udah lima tahun cerai , selama ini  mainnya sama perek kampung aja kalau lagi sange, kalau ngeliat yang cantik kaya istri Abang ini wah siapa ga kepengen Bang    sahutnya antusias ketika kuperlihatkan foto Reni di HP-ku.    OK deh, minggu depan kita beraksi. Silakan kalian puaskan diri dengan istriku. Nanti hari H min satu kita atur lagi lebih dal am rencananya! Kataku mengakhiri pertemuan. ***
H-1 Sehari sebelum hari yang direncanakan tiba, kami berempat berkumpul lagi di  rumah kontrakan Jaelani untuk membahas apa yang harus dilakukan. Akhirnya, ide Bob yang kami pakai. Idenya adalah menculik istriku dan membawanya ke villa Bob yang besar dan  terletak di luar kota. Bob menjamin, teriakan sekeras apapun tak akan terdengar keluar villanya itu, selain itu suasananya pun jauh dari keramaian kota sehingga aman untuk melakukannya. Kami semua  sepakat dan mulai membagi tugas. Aku tak sabar menunggu saatnya mendengar jeritan kesakitan Reni diperkosa ketiga pria ini. *** Hari H Hari yang disepakati puntiba. Aku tahu, pagi itu Reni akan ke rumah temannya. Aku tahu kebiasaannya. Setelah aku berangkat kantor, ia akan mandi. Hari itu ia memakai gaun terusan krem bermotif bunga-bunga. Sebenarnya aku tidak ke kantor, tetapi ke rumah Bob. Di sana, tiga temanku sudah siap. Kamipun meluncur ke rumahku dengan mobil van milik Bob. Sekitar sepuluh menit lagi sampai, kutelepon Reni.    Sudah mandi, sayang ?     kataku.     Barusan  selesai   kok     sahutnya.    Sekarang  lagi  apa?       Lagi mau pake baju, hi  hi       katanya manja.    Wah, kamu lagi  telanjang ya ?       Hi  hi    iya,       Cepat pake baju, ntar ada yang ngintip lho !    kataku.    Iya sayang, ini lagi pake BH,    sahutnya lagi.    Ya udah, aku kerja dulu ya, cup mmuaachh       kataku menutup telepon. Tepat saat itu mobil Bob berhenti di samping rumahku yang tak ada jendelanya. Jadi, Reni tak akan bisa mengintip siapa yang datang. Bob, Aldo dan Jaelani turun, langsung ke belakang rumah. Kuberitahu mereka tentang pintu belakang yang tak terkunci. Aku tak perlu menunggu terlalu lama. Kulihat Aldo sudah kembali dan mengacungkan jempolnya. Cepat  kuparkir mobil Bob di garasiku sendiri.    Matanya sudah ditutup Do?    kataku.    Sudah bos. Mbak Reni  sudah diikat dan mulutnya disumpel. Tinggal angkut    katanya. Memang, kulihat Bob dan Jaelani sedang menggotong Reni yang tengah meronta-ronta. Istriku yang malang itu kini terikat tak berdaya. Kedua tangannya terikat ke belakang. Aku siap di belakang kemudi. Kulirik ke belakang, tiga lelaki itu memangku Reni  yang terbaring di  jok tengah.    Ha ha    step one, success!    kata Bob. Aku menelan liurku ketika rok Reni disingkap sampai ke pinggang. Tangan mereka saling berebut menjamah pahanya yang putih mul us. Bob bahkan telah menurunkan bagian dada Reni yang agak rendah sehingga sebelah payudaranya yang masih terbungkus bra hitam menyembul keluar. Lalu, ia menurunkan cup bra itu. Mata ketiganya seolah mau copot melihat payudara 34B Reni yang bulat montok dengan puting coklat itu. Bob bahkan langsung mel umat bongkahan kenyal itu dengna bernafsu embuat Reni merintih-rintih. Gi lanya, aku malah sangat menikmati  pemandangan itu.    Udah Bang, sekarang berangkat aja dulu    kata Jaelani sambil jarinya mulai merambahi selangkangan Reni dan mengelusi vaginanya dari luar celana dalamnya. ***
Setelah empat puluh menit perjalanan tibalah kami di villa Bob yang besar. Kami mengikat Reni di ranjang dengan tangan terentang ke atas. Si sopir, Jaelani, tengah memeluknya dari belakang, meremas payudara dan pangkal pahanya.    Pak Bob merokok kan? Reni benci sekali lelaki perokok. Saya pingin ngelihat dia dicium lelaki yang sedang merokok. Saya juga pengen Pak Bob meniupkan asap rokok ke dalam memeknya,    bisikku kepada Bob. Bob mengangguk sambil menyeringai. Aku lalu mengambil posisi yang tak terlihat Reni, tapi aku leluasa melihatnya. Kulihat Bob sudah menyulut rokoknya dan kini berdiri di  hadapan Reni. Dilepasnya penutup mata Reni. Mata sendunya berkerjap-kerjap dan tiba-tiba melotot. Rontaan Reni makin menjadi ketika Bob menjilati pipinya yang halus. Apalagi, kulihat tangan Jaelani tengah mengobok-obok vaginanya. Pinggul Reni menggeliat-geliat menahan nikmat.    Bang nggak bosen-bosen mainin memek Mbak Reni ,    tanya Aldo yang duduk di  sebelahku sambi l memainkan penisnya.    Lho, kok kamu di  sini. Ayo direkam sana!     kataku menepuk  punggungnya.    Oh iya. Lupa!     kata Aldo sambil cengengesan. Bob menarik lepas celana dalam Reni yang menyumbat mulutnya.    Lepaskaaaan   . mau apa kalian    lepaskaaaan!    langsung terdengar jerit histeris Reni  yang marah bercampur takut.    Tenang Mbak Reni , kita cuma mau main-main sebentar kok,    kata Bob sambi l menghembuskan asap rokok ke wajah cantiknya. Kulihat Reni  melengos dengan kening berkerut.    Ya nggak sebentar  banget, Mbak. Pokoknya sampe kita semua puas deh!    kata Aldo. Ia berjongkok di hadapan Reni. Diarahkannya kamera ke bagian bawah tubuh Reni, ia mengclose-up jari tengah Ben yang sedang mengobok-obok  vagina istriku.    Memek Mbak  rapet  sih.  betah  nih  saya maenan ini   seharian,     timpal Jaelani.    Aaakhhh    binatang   lepaskaaann   nngghhhh!    Reni meronta-ronta dan menangis Telunjuk Aldo ikut-ikutan menusuk ke dalam vaginanya. Kulihat Bob menghisap rokok Jie Sam Soe-nya dalam-dalam. Tangan kirinya meremas-remas payudara kanan Reni  yang telah terbuka    Lepaskaaaan    jangaaann    .setaan   .mmmfff   .. mmmmfffff   . mmmpppfff    .     jeritan Reni langsung terbungkam begitu Bob melumat bibirnya dengan buas. Mata Reni  mendelik. Kulihat asap mengepul di antara kedua bibir yang berpagut itu. Al mengclose-up ciuman dahsyat itu. Ketika Bob akhirnya melepaskan kuluman bibirnya, bibir Reni terbuka lebar. Asap tampak mengepul dari situ. Lalu Reni terbatuk-batuk.    Ciuman yang hebat, Jeng Reni . Sekarang aku mau mencium memekmu,    kata Bob. Reni masih terbatuk-batuk. Wajahnya yang putih mulus jadi tampak makin pucat. Bob berlutut di hadapan Reni. Jaelani dan Aldo membantunya membentangkan kedua kaki Reni lebih lebar.    Wow, memek yang hebat,    kata Bob sambil mendekatkan ujung rokok yang menyala ke rambut kemaluan Reni yang tak berapa lebat. Sekejap saja bau rambut terbakar menyebar di ruangan ini.  Bob lalu menyelipkan bagian filter batang rokoknya ke dalam vagina Reni. Istriku masih terbatuk- batuk sehingga terlihat batang rokok itu kadang seperti tersedot ke dalam. Tanpa disuruh, Aldo meng-close-upnya dengan handycam. Bob lalu melepas rokok itu dari jepitan vagina Reni. Dihisapnya dalam-dalam. Lalu, dikuakkannya vagina Reni lebar-lebar. Mulutnya langsung merapat ke vagina Reni yang terbuka.    Uhug   uhug   aaaakkhhh    aaaaakkhhh   .aaaaakkkhhhh       Reni  menjerit-jerit histeris. Bob tentu sudah mengembuskan asap rokoknya ke dalam vagina istriku.    Aaakhhhh    panaaassss   .adududuhhhh   .     Reni terus menjerit dan  meronta-ronta. Kulihat Bob melepaskan mulutnya dari vagina istriku. Sementara Aldo mengclose up asap yang mengepul dari vagina Reni. Reni semakin menangis ketakutan. Bob bangkit dan menjilati sekujur wajahnya. Lalu dengan gerak  tiba-tiba ia mengoyak bagian dada istriku. Reni memekik ketika Bob merenggut putus bra-nya yang telah tersingkap. Ia terus menangis saat Bob mulai menjilati dan mengulum putingnya. Kulihat Jaelani kini berdiri di belakang istriku. Penisnya yang besar itu telah mengacung dan siap beraksi. Ia menoleh ke arahku, seolah minta persetujuan. Aku mengacungkan ibu jari, tanda persetujuan. Tak sabar aku melihat istriku meri ntih-rintih dalam persetubuhan dengan lelaki lain. Kuberi kode kepada Aldo, si office boy, agar mendekat.    Tolong tutup lagi matanya. Gua pengen ingin dia menelan sperma gua soalnya selama ini  dia belum  pernah     kataku Al mengangguk dan segera melakukan perintahku. Setelah yakin Reni  tak bisa melihatku, aku pun mendekat.    Aaakkhhh   .aaakkkhhh   .. jangaaaannn   .!    Reni menjerit lagi,  kali ini lantaran penis Jaelani yang besar mulai menusuk vaginanya. Kulihat baru masuk setengah saja, tapi vagina Reni tampak menggelembung seperti tak mampu menampung penis itu. Kulepaskan ikatan tangan Reni tapi kini kedua tangannya kuikat ke belakang tubuhnya. Penis si  sopir masih menancap di vaginanya. Jaelani kini kuberi isyarat agar duduk di lantai. Berat tubuh Reni membuat penis Jaelani makin dalam menusuk vaginanya. Akibatnya Reni menjerit histeris lagi. Tampaknya kali ini ia betul-betul kesakitan. Aku sudah membuka celanaku. Penisku mengacung ke hadapan wajah istriku yang cantik ini. Reni bukannya tak pe rnah mengulum penisku. Tapi, selalu saja ia menolak kalau kuminta spermaku tertumpah di dalam mulutnya.    Jijik ah, Mas,     katanya berkilah. Tetapi kini ia akan kupaksa menelan spermaku. Kutekan kepalanya ke bawah agar penis si sopir masuk lebih jauh lagi sehingga Reni makin histeris. Saat mulutnya terbuka lebar itulah kumasukkan penisku, jeritannya pun langsung terbungkam. Aku berharap Reni tak mengenali suaminya dari bau penisnya. Ughhhh     rasanya jauh lebih nikmat dibanding saat ia mengoral penisku dengan sukarela. Kupegangi bagian belakang kepalanya sambil kugerakkan maju mundur pinggulku. Sementara Jaelani juga sudah  semakin ganas menyentak-nyentak penisnya pada vagina istriku. Reni mengerang-erang, dari sela kain penutup matanya kulihat air matanya mengalir deras. Aku tak bisa bertahan lebih lama lagi. Kutahan kepalanya ketika akhirnya spermaku menyembur deras ke dalam rongga mulut istriku yang  kucintai. Kutarik keluar penisku, tetapi langsung kucengkeram dagunya yang lancip. Di bawah, Bob dan Aldo menarik kedua puting istriku.    Ayo, telan, banyak proteinnya nih Mbak, sehat loh    kata Bob. Akhirnya memang spermaku tertelan, meski sebagian meleleh keluar di antara celah bibirnya. Nafas Reni terengah-engah di antara rintihan dan isak tangisnya. Ben masih pula menggerakkan pinggangnya naik turun. Aku duduk bersila menyaksikan istriku tengah dikerjai tiga pria bertampang jelek. Penis Jaelani masih menancap di dalam vagina Reni. Kini Bob mendorong dada Reni hingga ia rebah di atas tubuh tegap sopir itu. Ia kini  langsung mengangkangi wajah Reni. Ini dia yang sering kubayangkan. Wajah cantik Reni terjepit pangkal paha lelaki gendut itu. Kuambilalih handycam dari tangan Aldo, la lu kuclose up wajah Reni yang menderita. Reni menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menjerit-jerit. Tetapi, jeritannya langsung terbungkam penis Bob. Kedua tangan kekar Jaelani menggenggam payudara Reni. Meremas-remasnya dengan kasar dan berkali -kali menjepit kedua putingnya. Dari depan kulihat, tiap kali puting Reni dijepit keras, vaginanya tampak berkerut seperti hendak menarik penis Ben makin jauh ke dalam. Aldo tak mau ketinggalan. Ia kini mencari klitoris Reni. Begitu ketemu, ditekannya dengan jarinya dengan gerakan memutar. Sesekali, bahkan dijepitnya dengan dua jari. Terdengar Reni mengerang-erang, tubuhnya mengejang seperti menahan sakit.    Boleh aku gigit klitorisnya?    tanya Aldo padaku sambil berbisik.    Boleh, asal jangan sampai luka,    sahutku sambil mengarahkan handycam ke vagina istriku. Office boy pemalu ini betul-betul melakukannya. Mula-mula dijilatinya bagian sensitif itu. Lalu, kulihat klitoris istriku terjepit di antara gigi -gigi Aldo yang tidak rata. Ditariknya menjauh seperti hendak melepasnya. Kali ini terdengar jerit histeris Reni.    Aaaaakkhhhh   .saakkkkiiiittt        rupanya Bob saat itu menarik  lepas penisnya lantaran Jaelani ingin berganti posisi. Jaelani memang kemudian berdiri sambil mengangkat tubuh Reni pada kedua pahanya. Peni snya yang besar masih menancap di vagina istriku. Terus terang aku iri melihat penisnya yang besar itu. Reni terus menjerit-jerit dalam gendongan Jaelani yang ternyata membawanya ke atas meja. Diturunkannya Reni hingga kini posisinya tertelungkup di atas meja. Kedua kakinya menjuntai ke bawah dan kedua payudaranya tepat di tepi meja.    Kita teruskan lagi, ya Mbak. Memek Mbak kering sekali, jadi lama selesainya,     kata si sopir  Ia menusukkan dua jari ke vagina Reni sehingga tubuh istriku itu menggeliat.    Sudaaahh   . hentikaaan   kalian   bangsat!     teriaknya di sela isak  tangisnya.     Iya Mbak, maafkan  kami   yang  jahat  ini   ya?     sahut Jaelani sambil kembali memperkosa istriku. Suara Reni sampai serak ketika ia menjerit histeris lagi. Tapi tak lama, Bob sudah menyumpal mulu tnya lagi dengan penisnya. Dalam posisi seperti itu, si sopir betul-betul mampu mengerahkan kekuatannya. Tubuh Reni sampai terguncang-guncang. Kedua payudaranya berayun ke muka tiap kali Ben mendorong penisnya masuk. Lalu, kedua gumpalan daging kenyal itu berayun balik membentur tepi meja. Payudara Reni yang putih mulus kini tampak memerah. Jaelani terlihat betul-betul kasar, mungkin Reni adalah wanita tercantik yang pernah disetubuhinya sehingga tak heran ia begitu bernafsu. Saat ia terlihat hampir sampai puncak, Bob berseru kepadanya,    Buang ke mulutnya dulu. Nanti  putaran kedua baru kita buang ke memeknya,    kata Bob. Jaelani mengangguk lalu ia bergerak ke depan Reni. Vagina Reni tampak menganga lebar, tetapi sejenak saja kembali merapat. Bob dengan cepat menggantikan posisi Jaelani. Penisnya kini menyumpal mulut Reni. Ia menggeram keras sambil menahan kepala Reni.    Ayo, telen spermaku ini    Uuughhhh   .yah   . telaaannn   ..    si  sopir meracau. Jaelani baru melepaskan penisnya setelah yakin Reni benar-benar menelan habis spermanya. Reni terbatuk-batuk, sopir itu mengusapkan penisnya yang berlumur spermanya sendiri ke hidung Reni yang mancung.    Uuggghhh   .nggghhhhhh   ..    Reni merintih. Tak menunggu lama, kini giliran Bob menyetubuhi Reni. Reni tampaknya tak kesakitan seperti saat diperkosa si sopir. Mungkin karena penis Bob lebih kecil.    Aiaiaiaiiiii   . jangaaan   . aduhhhh   . sakiiit   .    tiba-tiba Reni mendongak dan menjerit kesakitan.    Anusmu masih perawan ya ? Nanti aku ambil ya ?    katanya. Ternyata, sambil menancapkan penisnya ke vagina Reni, Bob menusukkan telunjuknya ke anus Reni. Kudekati Bob seraya berkata,    Jangan sekarang, pak Bob. Aku juga ingin merasakan menyodominya. Ak u belum pernah memasukkan kontolku ke situ,    bisikku.    Oke, setelah suaminya, siapapun boleh kan?    sahutnya juga dengan berbisik. Aku mengangguk. Bob tak mau kalah dengan Jaelani. Ia juga menancapkan penisnya dengan kasar, cepat dan gerakannya tak beraturan. Bahkan, sesekali ia mengangkat sebelah kaki Re ni dan memasukkan penisnya menyamping. Saat bersetubuh denganku, biasanya posisi menyamping itu bisa membuat Reni melolong-lolong dalam orgasme. Tapi, kali ini yang terdengar adalah rintihan dan jerit kesakitan. Saat aku mulai merasa kasihan padanya, jeritan itu berhenti. Aldo kini membungkam mulutnya deng an penisnya. Peluh membasahi sekujur tubuh Reni. Bob sudah menumpahkan sperma ke dalam mulutnya. Tubuh Reni terkulai lemas karena kelelahan, keringat bercucuran di tubuhnya yang mulus. Tetapi, kulihat ia masih sadar. Aldo membopongnya ke kasur busa yang tergeletak di lantai. Reni  diam saja ketika ikatan tangannya di lepas.    Sebentar ya Mbak. Bajunya dilepas aja semua biar lebih enak ngentotnya    katanya sambil melucuti seluruh pakaian yang masih tersangkut di tubuh Reni. Reni kini berbaring terlentang di kasur busa tanpa sehelai benang pun di tubuhnya. Hanya arloji Fossil, kalung dan cincin kawin yang masih tersisa di tubuhnya. Ia tampak terisak-isak. Aldo kemudian mengikat kembali kedua tangan Reni menjadi satu ke kaki meja. Aku tertarik melihat Aldo yang sikapnya  lembut dan agak malu-malu kepada Reni .    Aduh kasihan, tetek Mbak sampai merah begini,    katanya sambil membelai-belai lembut kedua payudara istriku. Dipilin-pilinnya juga kedua puting Reni dengan ujung jarinya. Reni menggeliat merasakan rangsangan menjalar ke seluruh tubuhya dari  wi layah sensitif itu.    Siapa yang menggigit ini  tadi  ?    tanya Aldo.    Alaaaa, sudahlah, banyak cingcong amat kau ini   cepat masukkan kontol kau tuh ke memek cewek ini,    terdengar Bob berseru.    Ah, jangan kasar begitu. Perempuan cantik gini harus diperlakukan lembut. Ya, Mbak Reni?    Al terus membelai-belai vagina Reni yang  ditutupi bulu-bulu hitam lebat. Kali ini ia menyentil-nyentil puting Reni dengan lidahnya, sesekali dikecupnya. Biasanya, Reni bakal terangsang hebat kalau kuperlakukan seperti itu dan tampaknya ia juga mulai terpengaruh oleh kelembutan Aldo setelah sebelumnya menerima perlakuan kasar.    Unngghhh   . lepaskan saya, tolong. Jangan siksa saya seperti ini,    mohonnya. Aldo tak berhenti, kini ia malah menjilati sekujur permukaan payudara istriku. Lidahnya juga terus bergerak ke ketiak Reni yang mulus tanpa rambut sehelaipun.  Reni menggigit bibirnya menahan geli dan rangsangan yang mulai mengganggunya. Aldo mencium lembut pipinya dan sudut bibirnya. Aku sempat heran, katanya dia belum pernah menyentuh wanita, tapi kok mainnya sudah ahli begini, apakah kebanyakan nonton bokep? pikirku    Jangan khawatir Mbak. Bersama saya, Mbak akan merasakan nikmat. Kalau Mbak sulit menikmatinya, bayangkan saja wajah suami  Mbak,    kata Aldo  sambil melanjutkan mengulum puting Reni. Kali ini dengan kuluman yang lebar hingga separuh payudara Reni terhisap masuk.    MMmfff   .. ouhhhhh   .tidaaakk    saya tidak bisa        sahut Reni  dengan isak tertahan.    Bisa, Mbak    Ini suami Mbak sedang mencumbu Mbak. Nikmati saja        Aldo terus menyerang Reni secara psikologis. Jilatannya sudah turun ke perut Reni yang rata. Dikorek-koreknya pusar Reni dengan lidahnya. Reni menggeliat dan mengerang lemah.    Vaginamu indah sekali, istriku       kata Aldo sambil mulai menjilati  bibir vagina istriku. Reni mengerang lagi. Kali ini makin mirip dengan desahannya saat bercumbu denganku. Pinggulnya kulihat mulai bergera k-gerak, seperti menyambut sapuan lidah office boy itu pada vaginanya. Ia  terlihat seperti kecewa ketika Aldo berhenti menjilat. Tetapi, tubuhnya bergetar hebat lagi saat pemuda itu dengan pandainya menjilat bagian dalam pahanya. Aku acungkan ibu jari pada Aldo, itu memang titik sensitifnya. Aldo menjilati bagian  dalam kedua paha Reni, dari sekitar lutut ke arah pangkal paha. Pada jilatan ketiga, Reni merapatkan pahanya mengempit kepala si office boy dengan desahan yang menggairahkan.    Iya Reni , nikmati cinta suamimu ini,    Aldo terus meracau, direnggangkannya kembali kedua paha Reni. Kini lidahnya langsung menyerang ke pusat kenikmatan Reni. Dijilatinya celah vagina Reni dari bawah, menyusurinya dengan lembut sampai bertemu klitoris.    Ooouhhhhhh   . aahhhh   . am   phuuunnn   .    Reni merintih menahan nikmat. Apalagi, Aldo  kemudian menguakkan vaginanya dan menusukkan lidahnya ke dalam sejauh-jauhnya. Reni makin tak karuan. Kepalanya menggeleng-geleng. Giginya menggigit bibirnya, tapi ia tak kuasa menahan keluarnya desahan kenikmatan. Apalagi Aldo kemudian dengan intens menji lati   klitorisnya.     Ayo  Mbak  Reni , nikmati   . nikmati    jangan malu untuk orgasme        kata Aldo, lalu tiba-tiba ia menghisap klitoris Reni. Akibatnya luar biasa. Tubuh Reni mengejang, dari bibirnya keluar rintihan seperti suara anak kucing. Tubuh istriku terguncang-guncang ketika ledakan orgasme melanda tubuhnya.    Bagus Mbak, puaskan dirimu,    kata Al, kali ini sambil menusukkan dua jarinya ke dalam vagina istriku, keluar masuk dengan cepat.    Aaakkhhhh   .aaauuunnghhhhhh       Reni melolong, lalu ia menangis merasa terhina karena menikmati perkosaan atas dirinya. Aldo memperlihatkan dua jarinya yang basah oleh cairan dari vagina istriku. Lalu ia mendekatkan wajahnya ke wajah istriku. Dijilatnya pipi istriku.    Oke Mbak, kamu diperkosa kok bisa orgasme ya ? Nih, kamu harus merasakan cairan memekmu    katanya sambil memaksa Reni mengulum kedua jarinya. Reni hanya bisa menangis. Ia tak bisa menolak kedua jari Aldo ke dalam mulutnya. Dua jarikupun masuk ke dalam vagina Reni dan memang betul-betul basah. Kucubit klitorisnya dengan gemas.    Nah, sekarang aku mau bikin kamu menderita lagi ,    kata Aldo yang lalu menempatkan dirinya di hadapan pangkal paha Reni. Penisnya langsung menusuk jauh. Reni menjerit kesakitan. Apalagi Aldo memperkosanya kali ini dengan brutal. Sambilmenyetubuhinya, Aldo tak henti mencengkeram kedua payudara Reni. Kadang ditariknya kedua putting Reni hingga istriku menjerit-jerit minta ampun. Seperti yang lain, Aldo juga membuang spermanya ke dalam mulut istriku. Kali ini, Reni pingsan saat baru sebagian sperma office boy itu ditelannya. Aldo dengan gemas melepas penutup mata Reni, lalu disemburkannya sisa spermanya ke wajah cantik istriku. ******************************* Satu jam kemudian Reni sudah satu jam pingsan, aku menghampiri tubuhnya yang terkulai lemas dan sudah berlumuran keringat dan sperma itu.    Biar dia istirahat dulu. Nanti suruh dia mandi. Kasih makan. Terus lanjutkan lagi kalau kalian masih mau,     kataku sambil menghisap  sebatang  rokok.    Ya masih  dong,  bos. Baru  juga  sekali ,     sahut Jaelani sambil  tangannya meremas-remas payudara Reni.    Iya, gua kan belum nyoba bo’olnya    timpal Bob sambil jarinya menyentuh anus Reni .    Oke, terserah kalian. Tapi  jam dua siang dia harus segera dipulangkan,    kataku. Tiba-tiba Reni menggeliat. Cepat aku pindah ke tempat tersembunyi. Apa jadinya kalau dia melihat suaminya berada di antara para pemerkosanya? Kulihat Reni beringsut menjauh dari tiga temanku yang hanya memandanginya. Rambut panjangnya yang i ndah sudah agak berantakan, ia menyilangkan tangan menutupi tubuh telanjangnya. Tentu itu tak cukup untuk menutupinya malah membuat ketiga pria itu semakin bergairah padanya. Jaelani berdiri mendekatinya, lalu mencengkeram lengannya dan menariknya berdiri. 17 tahun, cerita dewasa, Cerita dewasa 17 tahun, live show, cerita panas, cerita mesum, sopir pribadi, Pemerkosaan, Perkosa,    Jangan    saya nggak sanggup lagi. Apa kalian belum puas?!    Reni memaki-maki .    Belum ! Tapi  sekarang Mbak harus mandi dulu supaya memeknya ini bersih!    bentak sopir itu sambil tangan satunya mencengkeram vagina Reni. Reni menjerit-jerit waktu pria itu menyeretnya ke halaman belakang. Ternyata mereka akan memandikannya di ruang terbuka. Kulihat Jaelani menarik selang panjang dan langsung menyemp rotkannya ke tubuh telanjang Reni. Reni menjerit-jerit, berusaha menutupi payudara dan vaginanya dengan kedua tangannya. Bob lalu mendekat, menyerahkan sepotong sabun kepada  Reni.    Kamu sabunan sendiri apa aku yang nyabunin?    tanyanya. Reni tampak ragu.    Cepat, sabunan Mbak, kan dingin    seru Aldo. Semprotan air deras diarahkannya tepat mengenai pangkal paha Reni. Reni perlahan mulai menyabuni tubuhnya. Ia terpaksa menuruti perintah mereka untuk juga menyabuni   payudara dan vaginanya. Tak tahan hanya menonton saja, Bob akhirnya mendekati istriku.    Begini caranya nyabunin memek!    katanya sambil dengan kasar menggosok-gosok vagina Reni. Reni menjerit kecil ketika Bob mendekap tubuhnya dan tangannya mulai menggerayangi tubuhnya yang licin oleh sabun. Mulut pria gemuk itu juga menciumi pundak dan leher istriku. Tak lama kemudian, acara mandi akhirnya selesai. Mereka menyerahkan sehelai handuk kepada Reni. Reni segera menggunakannya untuk menutupi tubuhnya.    Hey, itu bukan untuk nutupin badanmu. Itu untuk mengeringkan badan,    bentak Jaelani .    Kalau sudah bersih, kita terusin lagi  ya Mbak, enak sih!    kata Aldo    Aiiihhh       Reni memekik karena Aldo sempat-sempatnya mencomot putingnya.    Kalau sudah handukan, susul kami  ke meja makan. Kamu harus makan biar kuat,    lanjut Bob sambil meremas bokong Reni yang bundar!  Kulihat Reni telah selesai mengeringkan tubuhnya. Ia mematuhi perintah mereka, tanpa mengenakan apapun ia melangkahkan kakinya ke ruang makan. Betul-betul menegangkan melihat istriku berjalan di halaman terbuka dengan tanpa mengenakan apapun. Sensasinya makin luar biasa karena dalam keadaan seperti itu ia kini berjalan ke arah tiga lelaki yang tengah duduk mengitari meja makan. Mereka betul-betul sudah menguasai istriku. Kulihat Reni menurut saja ketika diminta duduk di atas meja dan kakinya mengangkang di hadapan mereka. Posisiku di belakang teman -temanku, jadi akupun dapat melihat vagina dan payudara Reni yang terbuka bebas. Bob mendekatkan wajahnya ke pangkal paha Reni . Kulihat ia menciumnya.    Nah, sekarang memekmu sudah wangi lagi,    katanya. Reni  menggigit bibirnya dan memejamkan mata.    Teteknya juga wangi ,    kata Aldo yang menggenggam sebelah payudara Reni dan mengulum putingnya.    Ngghhh    kenapa kalian lakukan ini pada saya,    rintih Reni.    Mau tahu kenapa ?    tanya Bob, jarinya terus saja bergerak sepanjang alur vagina Reni. Aku tegang. Jangan-jangan mereka akan membongkar rahasiaku.    Sebetulnya, yang punya ide semua ini  adalah Mr X,    kata Bob. Aku lega mendengarnya.    Siapa itu Mr X ?    tanya Reni.    Kamu kenal dia. Dia pernah disakiti  suamimu. Jadi , dia membalasnya pada istrinya,    jelas Bob.    Tapi Mr X tak mau kamu mengetahui siapa dia. Itu sebabnya tiap dia muncul, matamu ditutup.    lanjut Bob.    Sudah, Bos, biar Mbak Reni makan dulu. Dia pasti lapar habis kerja keras,    sela Ben.    Maaf ya Mbak Reni . Kami  nggak punya nasi. Yang ada cuma ini ,    kata Ben sambil menyodorkan piring berisi beberapa potong sosis dan pisang ambon. Ben lalu mengambilkan sepotong  sosis.    Makan Mbak,  diji lat  dan  dikulum  dulu,  seperti   tadi  Mbak mengulum  kontol saya,    katanya. Tangan Reni terlihat gemetar ketika menerima sepotong sosis itu. Dengan ragu-ragu ia menjilatinya, mengulumnya lalu mulai memakannya sepotong demi sepotong. Habis sepotong, Aldo mengupaskan pisang Ambon lalu didekatkannya dengan penisnya yang mengacung.    Pilih pisang yang mana, Mbak ?    goda Aldo,    ayo ambil,    lanjutnya. Reni menggerakan tangannya hendak mengambil pisang namun Aldo menangkap pergelangannya dan memaksa Reni menggenggam penisnya.    Biar saya suap, Mbak pegang pisang saya saja,    katanya.    Tangannya lembut banget nih    kata Aldo. Jaelani tak mau kalah, ia menarik sebelah tangan Reni dan memaksanya menggenggam penisnya yang besar. Sementara Reni menghabiskan sedikit demi sedikit pisang yang disuapkan Aldo. Sepotong pisang itu akhirnya habis juga. Bibir Reni tampak belepotan. Bob yang sedang merokok kemudian mencium bibir Reni dengan bernafsu. Reni mengerang-erang dan akhirnya terbatuk-batuk saat Bob melepaskan ciumannya.    Sudah   uhukkk    sudah cukup,     kata Reni dengan nafas  terengah-engah.     Eee  ini   masih  banyak. Sekarang kita haus nih, Mbak harus temenin kita minum,     kata Bob.     Tapi   gelasnya  kurang  ya?     sahut Jaelani sambil merenggangkan paha Reni. Reni meronta-ronta tetapi Aldo dan Bob memeganginya. Jaelani membuka sebotol bir lalu menumpahkan seluruh isinya ke tubuh telanjang Reni hingga basah.    Hmmm   ini baru maknyus namanya!    kata Bob sambil mendorong tubuh Reni  hingga terbaring telentang di meja. Reni terisak-isak, ia merasakan dinginnya bir itu di sekujur tubuhnya, juga jilatan-jilatan lidah dan tangan-tangan para pria itu yang merangsang setiap titik di tubuhnya. Bob menyeruput bir yang tertumpah di vagina gadis itu hingga terdengar bunyi sruput yang rakus.    Cara baru minum bir, suegerr!!!    sahut Jaelani yang asyik menyeruput bir pada payudara istriku. Adegan selanjutnya tak urung membuatku kasihan pada Reni. Mereka membawanya ke halaman belakang dan memperkosanya di atas rumput secara beramai -ramai. Sperma mereka bercipratan bukan saja di dalam vagina Reni, tapi juga di tubuhnya. Begitu usai, mereka membaringkan Reni yang sudah tak sadarkan diri di atas sofa. Kulihat kondisi Reni sudah betul-betul berantakan, bekas-bekas cupangan terlihat di kulitnya yang putih terutama di payudara, leher dan pundaknya, sperma berceceran di hampir seluruh tubuhnya mulai dari vagina hingga wajahnya, rambut panjangnya pun tidak luput dari cipratan cairan kental itu. Kami mengangkut tubuh telanjang Reni ke kamar mandi dan membersihkannya dengan shower lalu memakaikan kembali pakaiannya. Reni masih belum sadar akibat perkosaan brutal tadi. Kami menaikkannya ke mobil dan kembali ke ibukota. Sampai di Jakarta, Reni mulai bangun, terdengar suara melenguh dari mulutnya. Matanya masih dalam keadaan tertutup karena aku tidak ingin dia melihatku. Bob mengancamnya agar tidak menceritakan kejadian hari ini pada siapapun kalau  tidak ingin rekaman perkosaan tadi bocor dan mempermalukan dirinya dan keluarganya. Reni hanya bisa mengangguk dengan terisak-isak. Kami menurunkannya di depan rumah lalu aku segera tancap gas menjauhi rumahku. ************************** Jam sembilan malam Aku tiba di rumah dan setelah memarkirkan mobil di garasi aku  masuk ke rumah dan memanggil nama istriku, berpura-pura seolah tidak terjadi  apapun.    Ren   Renn!!    aku mengeraskan suaraku karena tidak ada yang keluar ataupun membalas sahutanku    Renn   lu dimana!    panggilku lagi    Cklik!    tiba-tiba kamar mandi  lantai  satu di  sebelahku membuka, Reni  keluar dari  sana.    Iya Mas, sori  saya sakit perut    katanya,    O ya mas, hari ini gak sempat masak, tadi  di  jalan pulang macet banget, jadi  beli  makanan di  luar, saya panasin sekarang ya Mas    Kulihat matanya sembab, tapi ia berusaha tersenyum di depanku. Ketika makan malam ia lebih diam dari biasanya namun berusaha menanggapi obrolanku. Kupeluk pinggangnya yang ramping ketika ia sedang mencuci piring sehabis makan dan kubisikkan kata-kata mesra di telinganya. Biasanya aksi ini berlanjut hingga ke hubungan intim baik kilat maupun long time. Namun kali ini ia menepisnya.    Jangan Mas, jangan hari ini, saya cape, tolong ya   please!    katanya dengan tatapan memohon. Akupun mengerti karena tahu apa yang sebenarnya terjadi . Kupeluk dia dengan mesra dan kucium keningnya    I love you honey!    ucapku dekat telinganya. Tradisi -  Aku dilahirkan di sebuah desa yang memiliki tradisi yang sangat unik terutama untuk urusan mendidik anak tentang sek. Desaku  adalah sebuah desa yang agak terpencil. Untuk mencapai jalan aspal saja kami harus meretas semak belukar kurang lebih 30 kilometer dan hanya dapat di tempuh dengan berjalan kaki. Kalau dibelahan lain negeri tercinta ini ada tradisi menyuguhkan istri untuk tamunya (terutama orang terhormat — daerahnya cari  sendiri  ya ada sungguh) kalau di  desaku hampir dapat dikatakan treesome tapi dalam batas hubungan keluarga. Begini ceritanya: Ayahku adalah anak kedua dari tiga saudara yang semuanya laki-laki sedangkan aku anak tunggal dikeluargaku, meskipun aku tumbuh di desa tetapi sebagai anak tunggal aku tidak pernah kekurangan bahkan kalau hanya gizi keluargaku sangat berlebih. Sehingga aku tumbuh sebagai anak yang cukup   bongsor   . Walau umurku baru empat belas tahun tinggi badanku sudah lebih tinggi dari ayahku dan di desaku anak-anak seumurku rata-rata baru disunat mungkin karena jauh dari Puskesmas dan tenaga kesehatan. Uwak (Pak de Jawa) mempunyai anak dua orang semua cewek dan pamanku mempunyai anak satu orang juga cewek. Ketika itu aku baru tamat SD dan seperti tradisi di desa kami aku akan di sunat, saat itu umur ayahku kira-kira 40 tahunan tentunya pamanku lebih muda lagi. Istri paman yang biasa aku panggil bibi Irah adalah wanita asal sedesa seba gaimana wanita desa yang kegiatannya sehari-hari kesawah bibi Irah ini mempunyai badan yang bagus singset dengan perut yang kencang dan badan yang benar-benar seksi meskipun kulitnya agak kecoklatan namun masih ayu di usianya yang masih 30 tahunan. Sebagaimana biasa bila dalam satu  keluarga ada yang mengadakan pesta maka semua kerabat kumpul membantu apalagi bila ada pesta. Waktu aku sunat maka keluarga Uwak dan paman semua kumpul dirumah kami dan setelah pe sta usai baru satu persatu mereka pulang. Menurut tradisi desa kami jika ada anak laki-laki sunat maka yang mengurus segala kebutuhan dan merawat harus istri pamannya, maka akupun harus diurus istri pamanku. Karena rumah kami cuma berjarak kurang lebih 50 meteran uwak untuk memudahkan tugas bibi Irah aku diboy ong ke rumah paman. Akupun tidak merasa canggung ketika bibi memandikan atau memberikan obat sulfanilamid ke luka bekas sunatku. Sampai suatu ketika pada hari ke tujuh aku sunat lukaku benar-benar sembuh dan burungku sudah nampak gagah dengan topi baja yang mengkilat. Karena merasa sudah sehat aku bermaksud mandi sendiri dan kamar mandi kami cuma terbuat dari bambu yang dianyam namun untuk sumur dan bak mandi sudah disgnb semen.    Ndo, (aku biasa dipanggil LONDO alias Belanda karena aku tinggi dan rambuntuku kemerahan) kamu belum boleh mandi  sendiri lho.   , tegur bibi  ketika aku mengambil handuk dan peralatanku mandi pada sore hari ketujuh.    Memang kenapa bik?       Ihh pemali  belum selasai  masa pengasuhan bibi  nanti  kita kena tulah   , jawab bibi .    Jadi   bi       Ya kamu masih harus dimandiin bibi   , kemudian bergegas bibi  menghampiriku serta mengajakku masuk bilik mandi. Sebagai wanita desa bibi biasa hanya mengenakan kemben dari kain,  dan sore itu seperti biasa bibi mengenakan kemben yang menutupi dadanya hingga lutut,  kalau selama saya masih belum sembuh saya dimandikan sambil duduk di kursi kayu sekarang saya berdiri dan seperti biasa akupun tanpa canggung ketika harus telanjang didepan bibiku. Pelahan bibi mulai menyiramkan air ke tubuhku yang telanjang dan dengan sendirinya badannya yang masih terbungkus kainpun ikut basah, dan seperti biasa bibi mulai menyabuni badanku sambil sesekali posisinya merapat bila menyabun bagian belakang badanku tanpa sengaja dadanya yang suda basah kadang menempel di badanku, ada perasaan   yang berdesir ketika payudaranya yang tidak terlalu besar menempel di dadaku terasa masih kenyal hangat dan lembut, tanpa terasa burungku perlahan  mulai tegang. Begitu bibi membungkuk untuk menyabuni badanku yang bawah ia langsung teriak.    Ahhh    Kamu  sudah  dewasa Ndo..   , serunya sambil dia memegang  burungku dan di usapnya pelan-pelan, aku menjadi kaget karena serasa seluruh tubuhku bergetar dan aku hanya bisa mendesis karena tidak tahan merasakan nikmatnya burungku ditangan bibiku. Bibi lalu berjongkok dihadapanku denga posisi wajahnya pas di depan selangkanganku bahkan mulutnya persis didepan burungku. Tangan kirinya masi h mengusap-usap dan dan tangan kanannya meremas-remas buah zakarku. Sambil komat-kamit entah apa yang dilakukan kemudian dia meniup  burungku, kemudian mulutnya didekatkan kepenisku dan dia mulai menjilati kepala penisku. Lidahnya berputar-putar dikepala burungku. Aku mendesis merasakan nikmat dan kegelian yang membuat batang penisku semakin tegang.    Ohh   Biiiiiiik      , desahku tertahan secara reflek tanganku memegang kepal bibiku yang berambut panjang hingga ikatannya terlepas maka tergerailah rambut bibiku yang panjang sampai ke pinggul, posisi duduknya yang jongkok membuat kemben  bibi kendor dan melorot sehingga tersembulah payudaranya yang kencang mengkilap terkena air sabun dan tiba-tiba bibi mulai memasukkan burungku kemulutnya. Mulutnya penuh sesak oleh kepala burungku yang membesar pada ujung topi bajanya. Burungku dikeluar masukan di mulut bibi sungguh nikmat yang baru pertama kali ini aku rasakan. Aku dibuatnya seolah-olah terbang keawang-awang dan tanpa dapat kutahan kepala burungku serasa mau meledak secara reflek kudorong kepala bibiku menjauh tapi justru bibi memasukkan semua burungku kedalam mulutnya dan    Crot   crot   crot    bibi  sari  semakin cepat mengocok dan mengulum burungku. Dengan menjerit panjang, aku tumpahkan semua cairan dari burungku ke dalam mulut bibi.    Ohh   , ke..na..pa ku ini aku ini bi      , tanyaku pada bibi. Bibi tersenyum ke arahku dengan tanpa rasa jijik sedikitpun dia menjilati dan menelan sisa-sisa cairanku yang keluar.    Itu tandanya kamu sudah dewasa Ndo    yang kau keluarkan tadi  namanya  pejuh (sperma)   , jelas bibiku sambil berdiri disampingku sudah tanpa selembar kainpun.    Kenapa bibi  telan?   , tanyaku bengong.    Itu syarat Ndo    Nanti malam bibi akan berikan yang lebih enak lagi   , tambahnya sambil memelukku demi dipeluk wanita telanjang dan dadanya yang kenyal hangat dan halus menempel dikulit dadaku burungku lansung bangkit lagi  dan tepat menyentuh bawah perut bibiku.    Waah anakku benar-benar sudah menjadi  pria yang jantan   , kata bibiku sambil tangannya menggenggam burungku. Kemudian bibi menyelesaikan acara memandikan aku terus memandikan dirinya dan setelah  itu aku disuruhnya memakai sarung sedang bibi keluar dari kamar mandi masih memakai kainnya yaleayng basah. Didepan pintu kami ketemu paman, tapi paman  hanya mengernyitkan alisnya.   Sudah kok pak anak kita sudah menunjukan kedewasaannya   , kata bibi  kepada paman.    Oh ya    kalo begitu nanti  malam bapak mulai  keladang aja ya bu   ,jawab paman.    Tapi bapak harus ajari anak kita dulu baru berangkat.       Ya nanti  bapak yang ajari  ya Ndo   , kata paman padaku. Aku sendiri cuma bengong tak tahu pembicaraan mereka tapi yang jelas burungku masih berdiri kencang dibawah kain sarungku. Malam itu selepas jam 7malam habis makan kami berkumpul di balai-balai ruang tengah bibi hanya memakai kain sarung yang dililitkan di atas payudaranya sehingga separuh pahanya nampak putih dan bungkusan kain itu menambah tubuh bibi makin seksi dalam pandangan mataku, paman seperti biasa memakai kolor longgar tanpa pakai baju nampak otot-otot perutnya yang kekar dan memang pamanlah orang yang paling kekar di desaku, diusianya yang masih belum 40 tahun pamanku adalah laki -laki paling gagah, aku masih seperti habis mandi tadi masih bersarung karena belum berani pakai celana. Dinda anak paman sudah tidak ada lagi rupanya sejak siang ia sudah berada di ruma hku dan menginap disana.   Bu   mari kita mulai saja biar bapak nanti tidak kemalaman   , ujar paman.    Ayo pak    bunda juga sudah siap kok   , kemudian bibi melepaskan kainnya sehingga telanjang bulat dan berbaring di balai -balai berbantalkan bantal kapuk randu. Melihat tubuh bibiku yang singset dengan perut yang rata, payudaranya yang indah mencuat ke atas serta selangkangan yang ditumbuhi bulu hitam lebat spontan burungku berontak naluriku mengatakan inilah  kenikmatan yang akan aku dapatkan sebagaimana dijanjikan bibi siang tadi.    Ayo Ndo kau copot semua sarungmu itu   , perintah paman sambil melepaskan kolonrnya dan tampaklah burung pamanku yang panjang dan mengangguk angguk mulai bangkit. Kemudian paman memintaku duduk disamping kiri bibiku, sedang paman  dengan keadaan telanjang bulat bersila disamping kanan bibiku, entah apa yang dibacanya yang jelas mulutnya komat-kamit  dengan  bahasa  yang  aku  tak  mengerti .     Paman  akan  tunjukan menggunakan kedewasaanmu Ndo maka kamu harus memperhatikan apa yang paman lakukan   , perintah paman sambil mengambil posisi berada jongkok diantara paha bibi yang tidur telentang. Tangan kirinya meraih selangkangan bibi dan jari -jarinya mulai menyibakan rambut tebal sedang tangan kanannya memegang burungnya dan perlahan paman mengarahkan burungnya keselangkangan  bibi .    Kau  harus mengarahkan  tototmu  kearah  lubang peranakan perempuan  kemudian memasukkannya Ndo.   , kata paman kemudian.    Kenapa paman?   , tanyaku parau sambil menelan ludah.    Ya    supaya kamu bisa dapat anak    Ndo    nih lihat paman.   , kata  paman sambil memasukkan burungnya diselangkangan bibi aku masih belum paham lubang apa yang ada disana, perlahan paman mendorongburungnya dan bibi mendesis-desis sepertinya keenakan. Setelah masuk mentok paman menarik lagi burungnya dan memasukkannya lagi   perlahan bibi semakin menjadi-jadi desahannya aku benar-benar terkesima. Darahku mulai mengalir kencang sementara bibi hanya memandangku dengan senyumannya yang manis. Makin lama gerakan maju mundur paman makin cepat dan tak teratur sedang bibi nampak mengimbangi dengan menggerakkan pinggulnya kesamping kanan dan kiri, hingga keduanya berpeluh   dan setelah beberapa menit kemudian paman beralih memeluk bibi dengan posisi bokong menghujam sehingga nampak melengkung tubuhnya dan sejenak kemudian meraka berhenti bergerak dengan napas makin tersengal. Setelah agak tenang paman melepaskan pelukannya pada bibi dan mencabut batang burungnya, nampaklah cairan putih membungkusnya dan aromanya menyengat sekali.    Paman telah menumpahkan peju paman kedalam puki bibimu Ndo    dan itu bila saatnya tepat bisa menjadi anak    kau tahukan?   , tanya pamanku,  aku  hanya mengangguk  tak  bisa  bersuara.     Nahh     sekarang  kau Ndo  lakukanlah dengan bibimu paman akan tinggalkan kalian selama 10 hari   , lanjut paman terus bangkit dan mengenakan kolornya kemudian kekamar mengambil baju dan peralatan serta bekalnya terus keluar rumah dengan penerangan senter. Sunebmsara langkah kakinya perlahan menjauh..digantikan suara jan gkrik yang mengisi malam. Aku masih memegangi burungku yang kecang ketika tangan halus bibi  merangkulku dan susunya yang kenyal menyentuh kulitku.    Ayo Ndo kamu sudah siap   , tanya bibiku, aku mengangguk bibi menciumku aku hanya bisa mengikutinya saja karena bagiku inilah pertama kali aku dicium wanita. Bibi mengajakku rebahan sehingga posisiku berada diatasnya menindih tubuhnya kurasakan bulu selangkangan bibiku yang halus menyentuh peruntuku sedang payudaranya yang menjulang persis dihadapanku.    Menyusulah Ndo    seperti dulu kamu waktu bayi   , Kata bibi dengan napas yang mulai tersengal, aku tak tahu apakah karena tindihan badanku yang lebih besar dari bibi, seperti anak kecil aku menyusu bibiku tanganku yang satu memegang payudaranya yang satunya lagi,  seperti takut terlepas, bibiku mulai mendesis-desis keenakan. Setelah beberapa saat aku menyusu payudara bibi bergantian kanan dan kiri kemudian tangan bibi menyelusup keselangkanganku mencari burungku digenggamnya, dan ditariknya perlahan seperti menuntunnya kearah lubang selangkangannya kurasakan sentuhan lembut hangat dan berlendir pada kepala burungku.    Sekarang Ndo   , bisik bibiku parau, batang burungku, dituntunnya ke  lubang pukinya. Perlahan-lahan dia mulai membuka pahanya kesamping dan dengan perlahan aku mulai menekannya. Kurasakan kepala burungku mulai memasuki lubang yang sempit, serasa dijepit dan dipijit-pijit. Mungkin karena baru pertama sensasi yang timbul luar biasa nikmatnya, meski agak susah, akhirnya amblas juga seluruh batang burungku ke dalam lubang puki  bibi. Aku mulai memaju mundurkan pantatku seperti diajarkan paman, hingga tototkupun keluar masuk lubang puki bibi. Sambil tanganku meremas-remas parexijyudaranya.    Ooh    Ndo    Nikk    Matt    Bangett tototmu   , rintih bibi.  Aku semakin bernafsu memaju mundurkan pantatku, bibi mengimbangi gerakkanku dengan memaju mundurkan juga pantatnya, seirama gerakkan pantatku. Membuat buah dadanya bergoyang-goyang. Semakin lama semakin cepat gerakkan pantatnya.    NDo       Bibi    Tak    Tahann,     jeritnya. Kurasakan liang pukinya berkedut-kedut dan memijit tototku. Tangannya mencengkeram dengan keras pundakku.    Ooh    Oo    ughhhh    hhhh   , desah bibiku panjang. Puki bibiku makin keras meremas tototku, dan tototkupun sepertinya diperas-peras dengan benda berpermukaan yang lembut hangat dan       Ahhh    crot    crooot   crooot   . Ada sesuatu yang menyembur dari ujung tototku. Aku terlkulai lemas memeluk bibiku. Sampai sepuluh hari aku dan bibiku tiap hari melakukan pesetubuhan bahkan dalam satu hari kadang sampai empat lima kali sampai kada ng tototku terasa ngilu. Selama itu juga jika aku sedang berjalan bersama bibiku dikampung teman-teman bibiku selalu tersenyum penuh arti. Bahkan bundaku pernah datang siang-siang ketika kami selesai besetubuh dan masih memakai kain dan sarung.    Wahhh. Mbakyu Londo sudah benar-benar  dewasa     lho  aku  sampai  kewalahan   , kata bibiku kepada bunda. Bunda hanya memandangku penuh arti. Kawan-kawanku sepermainan yang lebih dulu sunat bahkan menanyakan bagamana rasa memek bibiku apakah enak. Sebagai orang yang  baru menjalani pendadaran kedewasaan aku hanya tahu bahwa melakukan persetubuhan dengan bibiku nikmat sekali. Rupanya hal ini suda h menjadi tradisi desa kami bahwa seorang bibi ipar harus mengajari keponakannya bersetubuh bahkan menurut Bang Udin kalau aku  mau aku boleh juga minta ke isteri Uwakku. Dan itu benar-benar terjadi ketika itu hari ketiga aku dirumah bibi. Seperti biasa sehabis mandi pagi bersama bibi aku biasanya terus mengajak bi bi untuk bersetubuh. Aku sudah mulai bisa merasakan nikmatnya menyetubuhi bibiku bahkan aku mulai berani membuka memek bibiku untuk aku lihat, aku cium baunya bahkan aku jilat lendirnya, dan rupanya memek bibiku benar-benar bersih dan terawat bahkan baunyapun enak sedang cairannya terasa gurih. Ketika aku sedang menciumi  memek bibi entah darimana tiba-tiba wak ijah sudah berada di samping kami sambing matanya melotot melihat bibi yang mendesah-desah. Aku kaget tapi ingat kata bang Udin aku jadi tenang yang jelas aku bisa dapat dua-duanya. Benar saja begitu bibi tahu uwak sudah didekatnya lansung menghentikan kegiatanku.    O    kak Ijah ayo kak.. anak kita sudah pintar lo kak   , kata bibiku.    Kebetulan   Uwak kan cuma punya keponakan laki -laki satu biar kali ini  Londo belajar sama uwak ya.   , Kata uwakku. Aku hanya memandangi uwaku yang mulai melepaskan pakaiannya satu persatu dan sungguh luar biasa biarpun usia uwak sudah empat puluh tahunan  tapi tubuhnya nampak lebih sintal daripada bibiku bahkan payudaranya lebih besar agak menggantung tapi nampakeslpai penuh berisi,  bulu-bulu kemaluannya lebih lebat dan yang lebih mennggairahkan pinggulnya sangat padat bulat dan berisi. Uwak lansung saja menyerbu tototku dan aku ditelentangkanya se hingga uwak leluasa mengulum tototku. Ketika wak mulai menjilati batang tototku. Dari kepala hingga pangkal tototku dijilatinya. Mataku merem melek merasakan nikmatnya jilatan wak. Aku semakin merasa nikmat ketika uwak memasukkan seluruh tototku ke mulutnya yang mungil. Dan mulai mengulum batang penisku. Wak  memaju mundurkan mulutnya, membuat penisku keluar masuk dari mulutnya. Sementara tangannya mengoxvjmwcok-ngocok pangkal penisku.    Oohh    Wakkk    Aku tak tertahan!   , teriakku karena tadi aku telah dikulum-kulum lama sebelemnya oleh bibi. Dan kurasakan tototkupun berkedut-kedut semakin lama semakin cepat. Kutarik rambut wak yang panjang dan kubenamkan kepalanya diselangkanganku.    Wakk    Aku    Keluarr   , teriakku lebih keras. Wak semakin cepat memaju mundurkan mulutnya dan akhirnya,    crott! crott! crott!   , kumuntahkan cairan pejuh yang sangat banyak di mulutnya. Wakpun menelannya tanpa rasa jijik sedikitpun bahkan dia menjilati sisa-sisanya sampai bersih. Akhirnya kami tidur-tiduran di balai-balai ruang tengah bertiga dengan bertelanjang badan. Bibiku tak hentinya memelukku dari belakang sedang uwak didepanku aku menyusu pada payudaranya yang besar dan menggelantung sungguh nikmat.Pagi itu aku masih sempat mera sakan memek Wakku yang ternyata berbeda dengan memek bibiku. Memek wakku memepunyai bibir yang tipis namun seperti menghisap hisap tototku ketika tototku kumasukkan sehingga sensasinya luar biasa. Bang Udin mempunyai tiga orang bibi sehingga ia bisa cerita banyak padaku bagaimana rasa memek masing -masing bibinya. Namun demikian Bang Udin masih penasaran dengan bibiku mengingat bibiku termasuk wanita tersintal di desaku dan selalu menjadi perhatian laki-laki. Tradisi seperti ini tersimpan rapat sampai sekarang dan semua anak laki-laki yang baru disunat baru mengetahui dan merasakannya sehingga rahasia ini hanya sebatas orang yang sudah dewasasaja yang tahu. Didesa kami tidak pernah terjadi perselingkuhan dengan lain orang karena bagi laki -laki dewasa wajib menjaga kelurganya kalau suami bibi atau uwaknya pergi sehingga saat ini. Percaya atau tidak itulah yang diceritakan Londo kepadaku.  



Artikel yang bikin Konti Tegang Lain-nya:

Widget by [ Iptek-4u ]

0 komentar:

Poskan Komentar